![]() |
| Wright bersaudara mencoba pesawat mereka. |
Asal mula pesawat diawali oleh Orville Wright dan Wilbur Wright atau sebutan bagi mereka Wright bersaudara. Mereka adalah anak dari Milton dan Susan Wright. Adalah ayah mereka yang mendorong Wright bersaudara unutk menyukai pesawat. Di tahun 1878, Milton Wright kembali dari perjalanan kerja yang berkaitan dengan helikopter bertenaga gelang karet. Walaupun umur Wright bersaudara masih tergolong muda, mereka langsung mempelajari model helikopter itu dan mulai membuat replikanya.
Pada tahun 1896, Wright bersaudara berhasil mengelola perusahaan sepeda mereka. Saat itu, koran-koran memuat artikel tentang pesawat layang dan orang yang menciptakannya yang mencoba untuk terbang. Ini membuat Wright bersaudara mulai berpikir. Mereka melihat bahwa semua pesawat yang dikembangkan sampai saat itu tidak memiliki kontrol.
Untuk memulai imajinasi mereka, Wilbur menulis surat kepada Institut Smithsonian. Mereka meminta semua informasi tentang pengalaman terbang yang mereka punya. Di tahun 1899, mereka membuat sebuah sistem yang sederhana yang dapat digunakan untuk mengontrol sirip dari sayap biplane mereka. Mereka mencoba sistem ini pada semua pesawat layang yang mereka buat.
Wright bersaudara menggunakan Kitty Hawk, Carolina Utara, untuk mencoba ragam model-model pesawat layang yang mereka buat. Mereka meluncurkan dua pesawat layang mereka pada 1900 dan 1901, tetapi mereka kecewa karena kurangnya daya angkat dan kontrol. Mereka kembali ke rancangan mereka dan menghabiskan musim dingin tahun 1901-1902 untuk membuat terowongan angin dan melakukan eksperimen tentang bentuk sayap yang bagus untuk digunakan. Ini membuat mereka dapat membangun sebuah pesawat layang dengan daya angkat yang tinggi. Menjelang akhir tahun 1902, mereka meluncurkan pesawat layang mereka yang ketiga.
Musim dingin berikutnya mereka habiskan dengan membuat rancangan mesin berbahan bakar, yang kecil dan kuat untuk mengangkat pesawat terbang. Mekanik mereka Charlie Taylor sangat membantu saat merancang mesin. Mereka juga merancang baling-baling pesawat yang pertama, dan akhirnya mereka membuat pesawat dengan tenaga baru.
Saat mereka mencoba pesawat mereka dengan tenaga baru mereka menemukan masalah. Cuaca yang gampang berubah adalah sesuatu yang tidak bisa mereka ubah. Akan tetapi, bukan itu saja masalah mereka, bagian dari kontrolnya yaitu baling-baling merupakan masalah baru. Pada percobaan pertama, poros baling-baling mereka rusak dan pada percobaan kedua, pengatur kecepatan putaran baling-baling mereka terlalu longgar. Dan, pada percobaan ketiga salah satu poros baling-baling mereka retak. Orville akhirnya menemukan pemecahannya dengan menggunakan baja pegas untuk membuat poros mereka yang baru. Pesawat itu siap dan mereka memanggilnya The Flyer.
Setelah tiga percobaan yang gagal, mereka akhirnya membuat sejarah ilmu penerbangan pada 17 Desember 1903. Orville Wright membawa The Flyer terbang setinggi 120 feet (36,5 meter) selama 12 detik secara terus-menerus. Beberapa jam berikutnya mereka terbang sebanyak 4 kali dengan ketinggian 852 feet (255,6 meter).

0 komentar:
Posting Komentar